|
Indonesia adalah negara pengonsumsi rokok terbesar ketiga setelah China dan India (WHO, 2008). Lebih dari 60 juta penduduk Indonesia tidak berdaya karena terjajah kecanduan nikotin. Tercatat lebih dari 400 ribu orang meninggal per tahunnya akibat konsumsi rokok.
Ada sekitar 3 Juta (35 %) penduduk Jakarta yang menjadi Perokok Aktif. Angka ini akan bertambah seiring dengan persentase yang menyebutkan bahwa jumlah perokok di Jakarta meningkat 1 persen setiap harinya.
Didorong oleh kenyataan ini, pemerintah DKI Jakarta melalui Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLHD), yang bekerja sama dengan Swisscontact Indonesia Foundation (SIF) dan didukung oleh The International Union Against Tuberculosis & Lung Disease (The Union) menggagas Program “Jakarta Bebas Asap rokok” atau “Smoke-free Jakarta” (SFJ). SFJ bertujuan membuat tempat-tempat umum (tempat umum, tempat kerja, tempat proses belajar mengajar, tempat pelayanan kesehatan, arena kegiatan anak-anak, tempat ibadah & angkutan umum) di Jakarta lebih sehat dengan menjadikannya 100% bebas asap rokok.
|